Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor Sebut Revitalisasi Pasar Leuwiliang Pasca Kebakaran Baru Capai 19 persen

0
b99e4017-9f21-4ed8-8541-5167d696e57b-199318274 (1)

Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Haris Setiawan mengungkapkan progres pembangunan revitalisasi pasar Leuwiliang hingga saat ini baru mencapai 19 persen.

‎Haris mengatakan, update progres revitalisasi pasar Leuwiliang biasanya diterima setiap satu minggu sekali. Saat ini, progres telah mencapai 19 persen.

‎”Progres pembangunan Pasar Leuwiliang insya allah mungkin biasanya untuk laporan progres itu setiap hari sabtu, mungkin diperkirakan sudah proses sekitar diangka 19 hampir 20%,” kata Haris kepada Radar Bogor, Jumat 3 Oktober 2025.

‎Hari mengklaim bahwa, progres laporan revitalisasi yang diterima dari lapangan selalu mencapai target.



‎”Ngomong-ngomong dari beberapa minggu ini progres report nya itu selalu diatas target, jadi sejauh ini masih aman terkendali,” jelas dia.

‎Pengerjaan revitalisasi ini, kata Haris, meski sejak dimulai pada (18/6) dengan waktu 18 bulan, namun ia meyakini selesai sebelum waktu yang ditentukan.

‎”Kalo kita hitung starting nol nya adalah ketika ground breaking, secara kontrak mereka kan dikasih waktu 18 bulan, tapi saya meyakini dibawah itu selesai karna mereka juga siang malam kerjanya,” terang dia.

Sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bogor, Andri Hadian mengungkapkan, pembangunan pasar merupakan respons cepat Pemkab Bogor untuk memulihkan ekonomi masyarakat pasca kebakaran hebat yang melanda pasar leuwiliang pada 27 September 2023 dan menyebabkan kerugian besar bagi ratusan pedagang.

‎Terlebih, nantinya, Pasar Leuwiliang akan memiliki tiga bangunan utama dengan desain modern yang tetap mengakar pada identitas lokal.

Fasad ikonik di bagian depan menjadi daya tarik visual.

‎Lalu, blok A dan B akan dihubungkan jembatan penghubung yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama aktivitas pasar dari atas

Jalan akses selebar 8 meter juga disiapkan untuk kendaraan, termasuk mobil pemadam kebakaran.

‎Andri menyebut, proyek revitalisasi ini dikerjakan Perumda Pasar Tohaga bekerja sama dengan investor PT. Maharaja Raffles Nusantara, yang dibangun di atas lahan seluas 21.629 meter persegi.

‎”Pasar ini akan dilengkapi 1.439 unit dagang, 140 toko, 809 kios, dan 490 los, menjadikannya salah satu pasar rakyat terbesar dan termodern di Kabupaten Bogor,” ujar dia.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pedagang terdampak, kata dia, sebelum pembangunan pasar ini dimulai, Pemkab Bogor telah melakukan pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS).

‎”Sosialisasi intensif juga sudah kita lakukan sejak Mei lalu, untuk memastikan kesiapan dan dukungan lintas sektor,” ujarnya.

‎Andri Hadian menekankan pentingnya kolaborasi dan ketahanan semua pihak dalam mendukung pembangunan.

‎”Pasar ini bukan hanya tempat berdagang, tapi juga aset daerah dan warisan masa depan. Ini adalah simbol harapan, semangat kebersamaan, dan kebangkitan ekonomi rakyat,” tegasnya.

‎Ia menambahkan, dengan pembangunan ini, Pasar Leuwiliang akan menjadi pasar rakyat SNI kedua di Kabupaten Bogor setelah Pasar Cisarua, sekaligus ditargetkan menjadi pasar terbaik di wilayah Leuwiliang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *